Kamis, 26 Maret 2020

MAKALAH KESEHATAN REPRODUKSI


KESEHATAN REPRODUKSI
Dibuat untuk memenuhi tugas individu mata pelajaran Penjasorkes

MAKALAH







                                                                                                           
                                                                                                        
Disusun oleh :

Ahmad Nadhif
Kelas 12 Mia



MADRASAH ALIYAH BINA CENDEKIA CIREBON
Jl.KH. Wahid Hasyim Mertapadawetan Kec. Astanajapura Kab. Cirebon
Terakreditasi “A”




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan dalam proses pembelajaran, dan penulisan makalah yang berjudul “Kesehatan Reproduksi ”, yang merupakan suatu kajian yang disusun untuk melengkapi tugas Individu dalam mata pelajaran Penjasorkes.
Dalam penyusunan makalah ini penulis mengharapkan saran, masukkan bahkan kritik yang membangun untuk makalah ini, sehingga bisa digunakan sebagai referensi dalam mata pelajaran ini.
Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu  dalam pembuatan makalah ini sehingga dapat selesai seperti yang diharapkan.



Cirebon, 26 Maret 2020

           


  Penyusun


























DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................
KATA PENGANTAR ..............................................................................       
DAFTAR  ISI ............................................................................................       
BAB I PENDAHULUAN
              A.    Latar belakang .................................................................................       
              B.     Rumusan masalah ............................................................................       
              C.     Tujuan .............................................................................................       
BAB II PEMBAHASAN
              A.    Kesehatan Reproduksi ....................................................................       
              B.     Hak yang Terkait Dengan Kesehatan Reproduksi ..........................       
              C.     Perilaku seksual remaja dan kesehatan reproduksi
              D.    Abrotus ...........................................................................................       
              E.     Infertilitas ........................................................................................       
BAB III PENUTUP
             A.    Kesimpulan .....................................................................................       
             B.     Saran ...............................................................................................       
DAFTAR PUSTAKA























BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini sangat mendukung dalam kehidupan manusia di Indonesia bahkan di dunia, penemuan yang setiap waktu terjadi dan para peneliti terus berusaha dalam penelitiannya demi kemajuan dan kemudahan dalam beraktivitas.
Ilmu kedokteran khususnya ilmu kesehatan pun begitu cepat bekembang mulai dari peralatan ataupun teori sehingga mendorong para pengguna serta spesialis tidak mau ketinggalan untuk bisa memiliki dan memahami wawasan serta ilmu pengetahuan tersebut.
Terkait ilmu kesehatan dalam hal ini, yaitu kesehatan reproduksi banyak sekali teori-teori serta keilmuan yang harus dimiliki oleh para pakar atau spesialis kesehatan reproduksi. Wilayah keilmuan tersebut sangat penting dimiliki demi mengemban tugas untuk bisa menolong para pasien yang mana demi kesehatan, kesejahteraan dan kelancaran pasien dalam menjalanakan kodratnya sebagai perempuan.
Pengetahuan kesehatan reproduksi bukan saja penting dimiliki oleh para bidan atau spesialais tetapi sangat begitu penting pula dimiliki khususnya oleh para istri-istri atau perempuan sebagai ibu atau bakal ibu dari anak-anaknya demi kesehatan, dan kesejahteraan meraka.
Untuk itu, penulis dalam makalah ini bermaksud ingin memberikan beberapa pengertian yang mudah-mudahan makalah ini bermanfaat untuk khalayak pembaca khususnya para perempuan. Oleh karena itu penulis mengambil judul pada makalah ini, yaitu “KESEHATAN REPRODUKSI”.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan disajikan sebagai berikut:
           1.      Apa pengertian Kesehatan Reproduksi?
           2.      Apa saja Hak yang terkait dengan Kesehatan Reproduksi?
C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui pengertian Kesehatan Reproduksi.
2. Untuk mengetahui hak yang terkait dengan Kesehatan Reproduksi.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kesehatan Reproduksi
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No. 23 Tahun 1992).
Definisi ini sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial, ditambahkan lagi (sejak deklarasi Alma Ata-WHO dan UNICEF) dengan syarat baru, yaitu: sehingga setiap orang akan mampu hidup produktif, baik secara ekonomis maupun sosial.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta proses-prosesnya.
Kesehatan reproduksi berarti bahwa orang dapat mempunyai kehidupan seks yang memuaskan dan aman, dan mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk menentukan keinginannya, kapan dan frekuensinya.

B.     Hak yang Terkait Dengan Kesehatan Reproduksi
Membicarakah kesehatan reproduksi tidak terpisahkan dengan soal hak reproduksi, kesehatan seksual dan hak seksual. Hak reproduksi adalah bagian dari hak asasi yang meliputi hak setiap pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk memiliki informasi dan cara untuk melakukannya.
           1. Kesehatan Seksual
Kesehatan seksual yaitu suatu keadaan agar tercapai kesehatan reproduksi yang mensyaratkan bahwa kehidupan seks seseorang itu harus dapat dilakaukan secara memuaskan dan sehat dalam arti terbebas dari penyakit dan gangguan lainnya. Terkait dengan ini adalah hak seksual, yakni bagian dari hak asasi manusia untuk memutuskan secara bebas dan bertanggungjawab terhadap semua hal yang berhubungan dengan seksualitas, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi, bebas dari paksaan, diskriminasi dan kekerasan.
           2. Prinsip Dasar Kesehatan Dalam Hak Seksual dan Reproduksi
    a. Bodily integrity, hak atas tubuh sendiri, tidak hanya terbebas dari siksaan dan kejahatan fisik, juga untuk menikmati potensi tubuh mereka bagi kesehatan, kelahiran dan kenikmatan seks aman.
    b. Personhood, mengacu pada hak wanita untuk diperlakukan sebagai aktor dan pengambilan keputusan dalam masalah seksual dan reproduksi dan sebagai subyek dalam kebijakan terkait.
    c. Equality, persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dan antar perempuan itu sendiri, bukan hanya dalam hal menghentikan diskriminasi gender, ras, dan kelas melainkan juga menjamin adanya keadilan sosial dan kondisi yang menguntungkan bagi perempuan, misalnya akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi.
    d. Diversity, penghargaan terhadap tata nilai, kebutuhan, dan prioritas yang dimiliki oleh para wanita dan yang didefinisikan sendiri oleh wanita sesuai dengan keberadaannya sebagai pribadi dan anggota masyarakat tertentu.
   e. Ruang lingkup kesehatan reproduksi sangat luas yang mengacakup berbagai aspek, tidak hanya aspek biologis dan permasalahannya bukan hanya bersifat klinis, akan tetapi non klinis dan memasuki aspek ekonomi, politik, dan sosial-budaya. Oleh karena aitu diintroduksi pendekatan interdisipliner (meminjam pendekatan psikologi, antropologi, sosiologi, ilmu kebijakan, hukum dan sebagainya) dan ingin dipadukan secara integratif sebagai pendekatan transdisiplin.

C.    Perilaku seksual remaja dan kesehatan reproduksi
Perilaku seksual remaja terdiri dari tiga buah kata yang memiliki pengertian yang sangat berbeda satu sama lainya. Perilaku dapat di artikan sebagai respons organisme atau respons seseorang terhadap stimulus (rangsangan) yang ada (Notoatmojdo,1993). Sedangakan seksual adalah rangsangan-rangsangan atau dorongan yang timbul berhubungan dengan seks. Jadi perilaku seksual remaja adalah tindakan yang dilakukan berhubungan dengan dorongan seksual yang datang baik dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya.
Adanya penurunan usia rata-rata pubertas mendorong remaja untuk aktif secara seksual lebih dini. Dan adanya presepsi bahwa dirinya memiliki resiko yang lebih rendah atau tidak beresiko sama sekali yang berhubungan dengan perilaku seksual, semakin mendorong remaja memenuhi memenuhi dorongan seksualnya pada saat sebelum menikah. Persepsi seperti ini di  sebut youth uulnerability oleh Quadrel et. aL. (1993) juga menyatakan bahwa remaja cenderung melakuakan underestimate terhadap uulnerability dirinya. Banyak remaja mengira bahwa kehamilan tidak akan terjadi pada intercourse (sanggama) yang pertama kali atau dirinya tidak akan pernah terinfeksi HIV/AIDS karena pertahanan tubuhnya cukup kuat.
Mengenai kesehatan reproduksi, ada beberapa konsep tentang kesehatan reproduksi, namun dalam tulisan ini hanya akan dikemukakan dua batasan saja. (ICPD) dan sai dan Nassim). Batasan kesehatan reproduksi menurut International Conference on Population and Development(ICPD) hampir berdekatan dengan batasan ‘sehat’ dari WHO. Kesehatan reproduksi menurut ICPD adalah keadaan sehat jasmani, rohani,dan buakan hanya terlepas dari ketidak hadiran penyakit atau kecacatan semata, yang berhubungan sistem fungsi, dan proses reproduksi(ICPD,1994).
Beberapa tahun sebelumnya Rai dan Nassim mengemukakan definisi kesehatan reproduksi mencakup kondisi di mana wanita dan pria dapat melakukan hubungan seks secara aman, dengan atau tanpa tujuan terjadinya kehamilan, dan bila kehamilan diinginkan, wanita di mungkinkan menjalani kehamilan dengan aman, melahirkan anak yang sehat serta di dalam kondisi siap merawat anak yang dilahirkan (Iskandar, 1995)
Dari kedua definisi kesehatan reproduksi tersebut ada beberapa faktor yang berhubungan dengan status kesehatan reproduksi seseorang, yaitu faktor sosial ,ekonomi,budaya, perilaku lingkungan yang tidak sehat, dan ada tidaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu mengatasi gangguan jasmani dan rohani. Dan tidak adanya akses informasi merupakan faktor tersendiri yang juga mempengaruhi kesehatan reproduksi.
Perilaku seksual merupakan salah satu bentuk perilaku manusia yang sangat berhubungan dengan kesehatan reproduksi seseorang. Pada pasal 7 rencana kerja ICPD Kairo dicantumkam definisi kesehatan reproduksi menyebabkan lahirnya hak-hak reproduksi. Berdasarkan pasal tersebut hak-hak reproduksi di dasarkan pada pengakuan akan hak-hak asasi semua pasangan dan pribadi untuk menentukan secara bebas dan bertangung jawab mengenai jumlah anak , penjarangan anak (birth spacing ), dan menentukan waktu kelahiran anak-anak mereka dan mempunyai informasi dan cara untuk memperolehnya, serta hak untuk menentukan standar tertinggi kesehatan seksual dan reproduksi. Dalam pengertian ini ada jaminan individu untuk memperoleh seks yang sehat di samping reproduksinya yang sehat (ICPD, 1994). Sudah barang tentu saja kedua faktor itu akan sangat mempengaruhi tercapai atau tidak kesehatan reproduksi seseorang ,termasuk kesehatan reproduksi remaja.

D.    Abrotus
abortus buatan, abortus dengan jenis ini merupakan suatu upaya yang disengaja untuk menghentikan proses kehamilan sebelum berumur 28 minggu, dimana janin (hasil konsepsi) yang dikeluarkan tidak bisa bertahan hidup di dunia luar.
Secara garis besar ada 2 hal penyebab Abortus, yaitu :
           1. Penyebab secara umum
a. Infeksi akut
-  virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis
-  Infeksi bakteri, misalnya streptokokus
-  Parasit, misalnya malaria
b. Infeksi kronis
-  Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.
-  Tuberkulosis paru aktif.
-  Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll
Penyebab paling sering terjadinya abortus dini adalah kelainan pertumbuhan hasil konsepsi (pembuahan), baik dalam bentuk Zygote, embrio, janin maupun placenta.
2. Alasan Abortus Provokatus
Abortus Provokatus ialah tindakan memperbolehkan pengaborsian dengan syarat-syarat sebagai berrikut:
     a. Abortus yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan perdarahan yang terus menerus, atau jika janin telah meninggal (missed abortion).
    b. Mola Hidatidosa atau hidramnion akut.
    c. Infeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalis.
  d. Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir, misalnya kanker serviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti kanker payudara.
    e. Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi.
    f. Telah berulang kali mengalami operasi caesar.
   g. Penyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung, misalnya penyakit jantung organik dengan kegagalan jantung, hipertensi, nephritis, tuberkulosis paru aktif, toksemia gravidarum yang berat.
   h. Penyakit-penyakit metabolik, misalnya diabetes yang tidak terkontrol yang disertai komplikasi vaskuler, hipertiroid, dll.
     i. Epilepsi, sklerosis yang luas dan berat.
     j. Hiperemesis gravidarum yang berat, dan chorea gravidarum.
    k.Gangguan jiwa, disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Pada kasus seperti ini sebelum melakukan tindakan abortus harus berkonsultasi dengan psikiater.

E.     Infertilitas
Sistem kesehatan reproduksi hingga mengalami kemandulan selama ini di artikan sebagai kondisi yang hanya di alami oleh para wanita saja, padahal tidak menutup kemungkinan kalau kaum pria sebanyak 40 % juga mengalami kemandulan ini. Banyak pengertian dari Infertilitas  tapi pada intinya makna dari Infertilitas  adalah sistem kesehatan reproduksi yang terganggu dan menyebabkan ketidak mampuan mempunyai seorang anak. Banyak yang sudah menikah selama bertahun tahun dan belum juga di karunia momongan. Oleh karena itu sudah saatnya bagi pasangan yang menikah lama dan belum memiliki anak untuk melakukan cek kesehatan reproduksi, karena mungkin salah satu dari pasangan suami istri yang hingga saat ini belum mendapatkan anak mengalami Infertilitas  atau yang lebih di kenal dengan kemandulan.
Pengertian Dari Infertilitas
Infertilitas  terbagi menjadi dua yaitu :
1. Infertilitas  primer yaitu pasangan suami istri yang belum mampu memiliki anak setelah satu tahun menikah
2. Infertilitas  sekunder yaitu pasangan suami istri yang pernah memiliki anak sebelumnya tapi hingga saat ini belum mampu untuk mendapatkan anak lagi.
Pasangan suami istri di anggap Infertilitas  karena sistem kesehatan reproduksi salah satu pasangan ada yang terganggu. Hal ini dapat di maklumi karena proses pembuahan yang berujung pada kehamilan dan lahirnya janin ke dunia merupakan kerjasama antara suami dan istri.
Makna dari kerjasama itu adalah suami yang mempunyai sistem dan fungsi kesehatan reproduksi yang sehat dan mampu menghasilkan atau menyalurkan spermatozoa ke organ reproduksi wanita, Istri yang memiliki sitem dan fungsi reproduksi sehat dan mampu menghasilkan sel telur atau ovum yang dapat di buahi oleh spermatozoa dan mempunyai rahim sebagai tempat perkembangan janin, embrio sampai bayi berusia cukup bulan dan di lahirkan. Apabila salah satu faktor tersebut tidak di miliki oleh salah satu pasangan, pasangan tersebut tidak akan mampu mempunyai anak.
Pasangan suami istri dapat di katakan Infertilitas  jika selama kurun waktu satu tahun menikah belum mendapatkan seorang nak. Demikian pengertian dari infertilitsa. Yang harus di sadari adalah langkah apa yang kan di lakukan apabila salah satu pasangan mengalami Infertilitas  atau tidak subur. Banyak pasangan yang mengalami Infertilitas  dan berhasil memiliki anak, jadi ketenangan dan berpikir rasional adalah langkah awal yang tepat yang dapat di lakukan untuk mengatasi Infertilitas sehingga kesehatan reproduksi dapat kita jaga.








BAB III
PENUTUP

      A.    Kesimpulan
Kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui oleh para perempuan bakal calon ibu ataupun laki-laki calon bapak. Oleh karena itu berdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa.
Definisi kesehatan sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dana sosial, ditambahkan lagi (sejak deklarasi Alma Ata-WHO dan UNICEF) dengan syart baru, yaitu: sehingga setiap orang akan mampu hidup produktif, baik secara ekonomis maupun sosial.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta proses-prosesnya.
Hak reproduksi adalah bagian dari hak asasi yang meliputi hak setiap pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk memiliki informasi dan cara untuk melakukannya.

      B.     Saran
Untuk itu wawasan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk bisa dikuasai dan dimiliki oleh para perempuan dan laki-laki yang berumah tangga, supaya kesejahtaraan dan kesehatan bisa tercapai dengan sempurna. Oleh kerana itu penulis memberi saran kepada para pihak yang terkait khususnya pemerintah, Dinas Kesehatan untuk bisa memberikan pengetahuan dan wawasan tersebut kepada khalayak masyarakat dengan cara sosialisasi, kegiatan tersebut mudah-mudahan kesehatan reproduksi masyarakat bisa tercapai dan masyarakat lebih pintar dalam menjaga kesehatannya.


















DAFTAR PUSTAKA

       Mona Isabella Saragih, Amkeb, SKM. Materi Kesehatan Reproduksi. Akademi Kebidanan YPIB Majalengka.

         http://infokesehatandangizi.blogspot.com/2013/07/pengertian-dari-infertilitas.html


         http://irdayantinasir.blogspot.com/2013/05/makalah-kesehatan-reproduksi remaja.html


Kumpulan Tes IQ


Mata Siswa        : ...........................................
TTL                  : ......., ..................................
Kelas/Prodi        : .........
Materi               : Tes IQ
Hari/Tanggal     : .........................
Waktu               : 75 Menit

 




 I.   Carilah kata yang tidak termasuk dalam kosa kata di bawah ini!
     1.   a. Buku  b. Halaman  c. Pagina  d. Bab  e. Nomor
     2.   a. Menembus  b. Menerobos  c. Melalui  d. Melintang  e. Memasuki
     3.   a. Roman  b. Buku  c. Komik  d. Majalah  e. Novel
     4.   a. Khayal  b. Kreasi  c. Lamunan  d. Seni  e. Fantasi
     5.   a. Bergelombang  b. Cair  c. Lembut  d. Lembut  e. Kasar
     6.   a. Janin  b. Anak  c. Embrio  d. Larva  e. Tunas
     7.   a. Mantel  b. Jaket  c. Blazer  d. Rompi  e. Selimut
     8.   a. Syarat  b. Isi  c. Berjubel  d. Penuh  e. Sarat
     9.   a. Arti  b. Batasan  c. Niscaya  d. Definisi  e. Makna
    10. a. Lira  b. Yen  c. Rubel  d. Rupiah  e. Cek
    11. a. Tagihan  b. Cek  c. Kuitansi  d. Bill  e. Bon
    12. a. Letnan  b. Jendral  c. Kolonial  d. Kapten  e. Nahkoda
    13. a. Biru  b. Batu  c. Aswad  d. Hitam  e. Kuning
    14. a. Colapse  b. Bangkrut  c. Pailit  d. Gulung tikar  e. Gadai
    15. a. Kedai  b. Losmen  c. Motel  d. Cottage  e. Hotel
 II.Sinonim Kata
16. BONUS –
a.Bantuan  b. Diskon  c. Premi  d. Hadiah  e. Tunjangan
17. LITERASI –
a.Hubungan  b. Perulangan  c. Sublimasi  d. Identifikasi
18. MOBILITAS –
a.motivasi  b. Dinamis  c. Lalu lintas  d. Gerak  e. Dorongan
19. HUKUMAN –
a.Aturan  b. Penjera  c. Larangan  d. Denda  e. Delik aduan
20. TANGKAL –
a.Rangkul  b. Tak mempan  c. Cegah  d. Mempan  e. Lelang
21. IZIN –
a.Niscaya  b. Mesti  c. Wenang  d. Biar  e. Hak
22. DONASI –
a.Peranan  b. Dana  c. Kontribusi  d. Bantuan  e. Distribusi
23. NUANSA –
a.Wawasan b. Cakrawala c. Aspek d. Perbedaan makna e. Anasir
24. KAMPIUN –
a.Ahli  b. Lampion  c. Jauara  d. Terbaik  e. Bintang
25. RESIDU –
a.Remisi  b. Sisa  c. Hasil  d. Ampas  e. Reduksi
26. GASAL –
a.Ganjil  b. Gabah  c. Unik  d. Aneh  e. Genap
27. FIKSI –
a.Khayalan  b. Sedih  c. Licin  d. Tidak berdaya  e. Kasar
28. HAYATI –
a. Maresapi  b. Hidup  c. Botani  d. Menjiwai  e. Biologi
29. PROMOSI –
a.Iklan  b.Pemasaran c.Propaganda  d.Kenaikan Pangkat e.Perkenalan
30. ZENIT –
a. Langit  b. Puncak  c. Bintang  d. Jenis batu  e. Batu
III. Antonim Kata
31. KEBIJAKAN –
a.Kesesatan  b.Kecerobohan  c.Keadilan  d.Kebijaksanaan  e.Kepentingan
32. STAGNASI –
a.Kemunduran  b.Resesi  c.Kemajuan  d.Kemandekan  e.Kelesuan
33. BUNCAH –
a.Khawatir  b.Ragu-ragu  c.Kacau  d.Marah  e.Tenang
34. AROGAN –
a.Ringan tangan  b. Angkuh  c.Santun  d.Kasar  e.Halus
35. ANTIPATI –
a.Antagonis  b.Simpati  c.Protagonis  d.Menentang  e.Egois
36. SELEKTIF –
a.Tunjuk  b.Acak  c.Pilih-pilih  d.hati-hati  e.Ketat
37. KONEKSI –
a.Kenalan  b.Musuh  c.Pengantar  d.Penghubung  e.teman

38. PRA –
a.Sesudah  b.Purna  c.Selanjutnya  d.Sebelum  e.Tahun
39. NOMADEN –
a.Vegetarian  b.Berpindah-pindah  c.Survival   d.Bertahan e.Menetap
40. BERDIKARI –
a.Berkarya  b.Egois  c.Bekerja  d.Bergantung  e.Mandiri
41. GENAP –
a.Dwi  b.Sempurna  c.Tri  d.Utuh  e.Gasal
42. MUNTUL –
a.Tumpul  b.Gerigi  c.Padat  d.Celurit  e.Tajam
43. STAGNASI –
a.Kemajuan  b.Kemerdekaan  c.Kelesuan  d.Kemunduran e.Resesi
44. PREFIKS –
a.Awalan  b.Akhiran  c.Sisipan  d.Pelengkap  e.Tambahan
45. INSIDENTAL –
a.Salah  b.Tertentu  c.Jarang  d.Tepat  e.Rutin
IV. Deret Angka
46. 4048,2024,...,506,253
a.1012  b.1013  c.1011 d.1010
47. 2,6,18,54,162,...
a.469  b.486  c.468  d.489
48. ...,6,36,9,45,12,54,15
a.27  b.26  c.25  d.28
49. 35,23,17,14,...
a.14  b.13  c.15  d.11
50. 1,2,4,6,9,12,16,...
a.20  b.21  c.18  d.19
51. 456,456,228,76,...
a.38  b.20  c.19  d.18
52. 6,19,59,180,...
a.554  b.545  c.544  d.543
53. 3,9,6,6,...,...,12,0
a.6,9  b.9,3  c.6,6  d.9,6
54. 4,8,14,18,22,...,32,36,42
a.30  b.28  c.24  d.26
55. 3,18,54,...,972,5832
a.320  b.322  c.324  345
56. 3,6,9,6,12,18,12,24,...
a.36  b.35  c.34  d.24
57. 2,3,2,5,2,7,...,....
a.2,6  b.2,2  c.9,2  d.2,9
58. 6,19,15,27,51,...
a.98  b.79  c.69  d.99
59. 4,8,10,5,...,...,6,12,14,7
a.10,12  b.10,13  c.10,11  d.10,14
60. 22,66,68,204,206,618,...
a.622  b.620  c.619  d.621
61. 5,6,7,9,11,14,...
a.16  b.15  c.17  d.18
62. 45,48,49,...,57,66,69,81
a.60  b.50  c.56  d.55
63. 22,18,10,20,16,9,18,...
a.13  b.15  c.16  d.14
64. 8,6,2,4,9,7,3,5,10,8,4,...
a.5  b.6  c.7  d.8
65. 2211,2209,2208,2209,2207,2205,...
a.2208  b.2209  c.2207  d.2206
V. Logika
66. Di akhir pekan, Keluarga Budi selalu pergi berwisata. Tidak semua tempat wisata yang dikunjungi terletak di luar kota. Simpulan yang tepat tentang kegiatan keluarga Budi di akhir pekan, adalah ....
a.   Tidak selalu berwisata, kecuali bukan di luar kota
b.   Selalu pergi berwisata, di luar kota atau bukan di luar kota
c.    Selalu pergi berwisata, di luar kota atau bukan di luar kota
d.   Selalu pergi berwisata bukan di luar kota
e.   Selalu pergi berwisata di luar kota
67. Hewan golongan unggas berkembang biak dengan cara bertelur. Buaya bukan ungga yang berkembang biak dengan cara bertelur. Simpulan yang tepat untuk buaya adalah ....
a.   Memiliki ciri-ciri yang sama dengan unggas
b.   Memiliki cara berkembang biak yang tidak sama dengan unggas
c.    Memiliki telur yang sama dengan golongan unggas
d.   Memiliki cara bertelur yang sama dengan unggas
e.   Memiliki cara berkembang biak yang sama dengan unggas
68. Pantai yang indah menarik banyak pengunjung. Kota A memiliki pantai yang indah, Kota B tidak. Simpulan yang tepat untuk kedua kota tersebut adalah ....
a.   Kota A akan banyak pengunjung dan Kota B tidak banyak pengunjung
b.   Kota A dan Kota B akan banyak pengunjung
c.    Kota A akan tidak banyak pengunjung dan Kota B banyak pengunjung
d.   Kota A dan Kota B akan tidak banyak pengunjung
e.   Kota A akan sama banyak dengan Kota B dalam hal pengunjung
69. Siti selalu libur di hari Selasa. Ia menggantikan jadwal teman kerjanya di hari Senin. Rita adalah rekan kerja Siti yang minta digantikan jadwalnya di hari Senin ini. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Rita tidak libur sama sekali
b.   Siti lembur di hari Selasa
c.    Siti dan Rita tidak libur sama sekali
d.   Siti tidak libur sama sekali minggu depan
e.   Siti libur di hari Selasa minggu depan
70. Memancing adalah aktivitas yang pasti dilakukan Ucup di hari Sabtu. Hari Sabtu ini Ucup banyak pekerjaan. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Hari Sabtu ini Ucup pergi memancing walaupun banyak pekerjaan
b.   Ucup tidak memancing jika banyak pekerjaan
c.    Ucup memancing pada hari selain Sabtu
d.   Hari Sabtu Ucup tidak memancing
e.   Hari Sabtu Ucup ragu memancing
71. Setiap anggota kelompok A adalah anggota kelompok B. Setiap anggota kelompok B adalah anggota kelompok C. Simpulan yang tepat tentang kemungkinan keanggotaan A, B dan C adalah ....
a.   Mungkin ada anggota kelompok A yang tidak merupakan anggota kelompok C
b.   Tidak mungkin ada anggota kelompok C yang merupakan anggota kelompok B
c.    Mungkin ada anggota kelompok C yang tidak merupakan anggota kelompok B
d.   Tidak mungkin ada anggota kelompok A yang tidak merupakan anggota kelompok C
e.   Mungkin ada anggota kelompok C yang merupakan anggota kelompok A
72. Ikan A hidup di air tawar. Ikan B hidup di air laut. Simpulan yang tepat tentang tempat hidup kedua ikan, adalah ....
a.   Ikan B ada di tempat hidup bukan ikan B
b.   Ikan A ada di tempat hidup bukan ikan B
c.    Ikan A ada di tempat hidup bukan ikan A
d.   Ikan A ada di tempat hidup ikan B
e.   Ikan B ada di tempat hidup ikan A
73. Semua siswa kelas X dapat berbahasa Inggris. Semua siswa kelas X yang menduduki rangking 10 besar, juga harus dapat berbahasa Jepang. Simpulan yang tepat tentang semua siswa kelas X adalah ....
a.   yang tidak dapat berbahasa Jepang, menduduki rangking 10 besar dan dapat berbahasa Inggris
b.   yang tidak dapat berbahasa Jepang, tidak menduduki rangking 10 besar dan dapat berbahasa Inggris
c.    yang dapat berbahasa Jepang, menduduki rangking 10 besar dan tidak dapat berbahasa Inggris
d.   yang tidak dapat berbahasa Jepang, tidak menduduki rangking 10 besar dan tidak dapat berbahasa Inggris
e.   yang dapat berbahasa Jepang tidak menduduki rangking 10 besar dan dapat berbahasa Inggris
74. Siswa kelas 4 baru naik kelas 5, jika sudah lulus ujian perkalian. Budi dan Siti adalah siswa dan siswi kelas 5. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Budi tidak lulus ujian perkalian
b.   Siti tidak lulus ujian perkalian
c.    Budi lebih pandai daripada Siti
d.   Budi dan Siti belum tentu mampu mengerjakan ujian perkalian
e.   Budi dan Siti pasti mampu mengerjakan ujian perkalian
75. Salah satu syarat diterimanya sebagai PNS adalah lulus tes CPNS. Budi adalah salah satu peserta yang akan mengikuti tes CPNS. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Budi diterima sebagai PNS
b.   Budi tidak lulus dalam tes PNS
c.    Budi belum tentu diterima sebagai PNS
d.   Budi tidak diterima sebagai PNS
e.   Budi mampu mengerjakan tes PNS
76. Peserta SNMPTN 2015 mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA). Budi tidak lulus SNMPTN 2015. Simpulan yang tepat tentang Budi adalah ....
a.   Tidak mengikuti TPA dalam SNMPTN 2015
b.   Telah mengikuti TPA dalam SNMPTN 2015
c.    Bukan peserta SNMPTN 2015 yang mengikuti TPA
d.   Peserta SNMPTN 2015 yang mengikuti tes bukan TPA
e.   Tidak mengikuti SNMPTN 2015 dan TPA
77. Makhluk laut yang bernafas dengan insang adalah ikan. Lumba-lumba adalah makhluk laut yang bernafas dengan paru-paru. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Sebagian ikan termasuk jenis lumba-lumba yang hidup di laut
b.   Sebagian lumba-lumba termasuk jenis ikan yang hidup di laut
c.    Semua ikan termasuk jenis lumba-lumba yang hidup di laut
d.   Semua lumba-lumba dan ikan adalah makhluk yang hidup di laut
e.   Semua lumba-lumba termasuk jenis ikan yang hidup di laut
78. Semua tanaman memiliki buah. Sebagian tanaman berbunga merah. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Semua tanaman yang tidak memiliki buah, berbunga bukan merah
b.   Semua tanaman yang memiliki buah, berbunga bukan merah
c.    Sebagian tanaman yang memiliki buah, berbunga bukan merah
d.   Semua tanaman yang memiliki buah, berbunga merah
e.   Sebagian tanaman yang tidak memiliki buah, berbunga merah
79.Semua warga Luar Batang adalah nelayan. Pak Imam adalah warga Luar Batang. Simpulan yang tepat adalah ....
a.    Pak Imam terpaksa menjadi nelayan
b.    Pak Imam bukan seorang nelayan
c.     Pak Imam pasti seorang nelayan
d.    Pak Imam nelayan dari desa sebelah Luar Batang
e.    Pak Imam belum mau menjadi nelayan
80. Semua pelaut adalah perenang. Sebagian perenang bukan penyelam. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Sebagian penyelam bukan perenang
b.   Semua penyelam adalah pelaut
c.    Sebagian pelaut bukan penyelam
d.   Semua penyelam bukan pelaut
e.   Semua pelaut adalah penyelam
81. Semua calon mahasiswa menempuh tes Matematika. Sebagian calon mahasiswa memiliki skor TOEFL diatas 450. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Semua calon mahasiswa yang memiliki skor TOEFL, tidak menempuh tes Matematika
b.   Semua calon mahasiswa yang memiliki skor TOEFL, menempuh tes Matematika
c.    Sebagian calon mahasiswa yang memiliki skor TOEFL, tidak menempuh tes Matematika
d.   Sebagian calon mahasiswa yang tidak memiliki skor TOEFL menempuh tes Matematika
e.   Semua calon mahasiswa yang menempuh tes Matematika tidak memiliki skor TOEFL diatas 450
82. Lampu di teras rumah lebih terang daripada lampu di kamar mandi. Lampu yang lebih terang pasti lebih tahan lama dan lebih mahal harganya. Simpulan yang tepat tentang lampu di kamar mandi adalah ....
a.   Tidak lebih tahan lama dan lebih mahal daripada lampu di teras rumah
b.   Sama tahan lama dan sama mahalnya dengan lampu di teras rumah
c.    Tidak lebih tahan lama dan tidak lebih mahal daripada lampu di teras rumah
d.   Lebih tahan lama dan lebih mahal daripada lampu di teras rumah
e.   Lebih tahan lama dan tidak lebih mahal daripada lampu di teras rumah
83. Semua pengemudi mengenakan sabuk pengaman. Sebagian pengemudi memakai sarung tangan. Simpulan yang tepat adalah ....
a.   Semua pengemudi memakai sarung tangan dan mengenakan sabuk pengaman.
b.   Sebagian pengemudi mengenakan sabuk pengaman dan tidak memakai sarung tangan.
c.    Sebagian pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman dan tidak memakai sarung tangan.
d.   Semua pengemudi memakai sarung tangan dan tidak mengenakan sabuk pengaman.
e.   Sebagian pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman dan memakai sarung tangan.
84. Tidak ada bunga mawar kecuali berwarna putih dan ungu. Siti menerima bunga bukan putih , bukan merah. Simpulan yang tepat tentang bunga yang diterima oleh Siti adalah ....
A.   Bunga mawar bukan ungu dan bukan putih
B.   Bunga mawar putih
C.   Bunga mawar ungu
D.   Bunga bukan mawar putih
E.   Bunga bukan mawar
85. Jika Budi lulus kuliah kurang dari atau sama dengan 4 tahun, maka ia akan diterima bekerja sebagai karyawan di perusahaan A. Jika Budi sudah bekerja di perusahaan A maka ayahnya akan membelikan Budi sebuah sepeda motor. Budi tidak mendapat sepeda motor dari ayahnya.
a.   Budi menyelesaikan studinya kurang dari 4 tahun
b.   Budi menyelesaikan studinya lebih dari 4 tahun
c.    Budi bekerja naik sepeda motor
d.   Budi bekerja di perusahaan A
e.   Budi menyelesaikan studinya tepat 4 tahun

86. Belajar : Pandai = ........
a. Litografi : Batu    c. Cetak : Tinta          e. Potret : Kamera
b. Berfikir : Arif       d. Cetak : Kertas
87. Lagu : Nada = ........
a. Titik : Kalimat     c. Bait : Alinea           e. Puisi : Intonasi
b. Not : Lagu         d. Tuts : Piano
88. Obat : Apoteker = ........
a. Mentor : Dril       c. Montir : rusak        e. Pesawat : Penyakit
b. Psikiater : Ide     d. Koki : Masakan

89. Pedas : Cabai = Manis : ........
a. Gadis  b. Sakarin  c. Teh manis  d. Manisan  e. Kecap
90. Persegi panjang : Kubus = ........
a. Ubin : Lantai           c. Halaman : Buku    e. Daun : Pohon
b. Segitiga : Piramida   d. Kover : Majalah
91. Mereka : Dia = .......
a. Aku dan Kita
b. Kamu : Anda
c. Kami : Aku
d. Beliau : Saya
e.Saya : Kita
92. Supir : Mobil = .......
a. Kasir : Kereta
b. Pilot : Pesawat
c. Motor : Pengendara
d. Kapal : Nelayan
e. Masinis : Kapal
93. Kendaraan : Mobil = .....
a. Orang : Pemuda
b. Laut : Danau
c. Gaji : Upah
d. Kapal : Perahu
e. Binatang : Lawan
94. Lampu : Gelap = Makanan : .....
a. Mulas   b. Lapar   c. Penuh   d. Kenyang   e. Gizi
95. Kari :Irak :Riak = ......
a. Daku : Kuda : Duka             
b. Hari : Minggu : Bulan
c. Halaman : Bab : Buku          
d. Pensil : Buku : Tas
e. Kaki : Kuku : Koko
96. Kulit : Sisik = ......
a. Tegel : Lantai      
b. Atap : Jantung  
c. Keramik : Mozaik
d. Dinding : Cat        
e. Rumah : Kamar
97. Lapar : Nasi = ......
a. Bosan : Tidur          c. Haus : Air        e. Mual : Obat
b. Ngantuk : Melawan  d. Membaca : Menggambar
98. Sarung tangan : Petinju = Mikroskop : ........
a. Optalmolog 
b.Apoteker 
c.Analisis 
d.Bakteriologi
e.Dokter
99. Disebel : Suara = .....
a. Volt : Listrik           
b. Kalori : Berat         
c. Are : Jarak
d. Warna : Merah       
e. Suhu : Temperatur
100.  Gandum : Roti : Makanan = ......
a. Teh : Susu : Minum
b. Plastik : Sisir : Rambut
c. Indomie : telur : Sawi
d. Beras : Nasi : Makan
e. Kulit : Sepatu : Kaki



MAKALAH KESEHATAN REPRODUKSI

KESEHATAN REPRODUKSI Dibuat untuk memenuhi tugas individu mata pelajaran Penjasorkes MAKALAH                    ...